Sunday, 27 January 2013

Catatan Dirimu



Semilir kau sapa aku
Dari ujung tampak kau sedang menari
Pekatmu menyatir setiap cahaya
Menutup senyum rembulan tanggal 15
Berpindah dari waktu ke waktu
Menabur hawa mistis yang merindu
Tak pernah ku tatap kau di lain sisi
Menyentuh pun entah……
Kini kau hadir dengan pekatmu
Membawa rindu yang menyatu…
Melekat dalam episode hidupku……

Jendela kenangan, 300510

Saturday, 26 January 2013

Sajak Kecil untuk Damar


damar...
kau tulis sajak ini...
dari setiap huruf dan menbentuk kata
dari kata kau rangkai kalimat
jadilah ini yang kata orang di sebut sajak
damar....
tak berarti tulisan mu ini
jikalau hati tak berpegang tongkat
kau banyak berkata cinta...
menulis do'a...
dan mencurhatkan dosa.....
hidupmu tertuang dalam sejuta relasi dalam tulisan ini
dalam sejuta puisi....
damar....
kau tahu Allah mu tidak buta
kau tau Allah mu tidak tuli
kau tahu Allah mu tidak berpaling barang sekejapan mata
berapa banyak tulisan yang kau tuangkan dalam kertas
tak mempunya arti tak berlandaskan relasi
kau hanya bisa menulis damar.....

damar...
sejuta karya tak mengubah hidupmu
sejuta kata tak menentukan jalanmu
kau tahu Allah mu...
tapi kau tak mengenalnya...
bagaimana kau mengenal-Nya
sedangkan kau tak mengenal dirimu sendiri...

al-asy', 04052011

Perjalanan Nama Cinta




Dengan tulisan jelek selama 1 bulan lebih aku telah tuliskan ribuan lebih kata-kata indah, melahirkan sajak-sajak cinta yang tak dapat dipahami, kecuali oleh orang-orang yang mempunayi ilmu seni cinta. Mungkin nanti, entah esok atau kapan, tulisan jelekku akan menjadi pembungkus nasi bahkan pecel dan akhirnya dibuang.

Tak sempat aku tundukkan pandangan saat aku tatap gadis di waktu berjalan. Aku lempar senyum dan dia membalas, hanya mata yang berbicara saat aku melihatnya diam-diam, mulut tak mampu mengungkap makna yang terpendam dalam hati yang terdalam.

Bagaimana aku harus mengungkapkan sebab dan rasa cintaku padanya? Bila ini semua bukan kesengajaan tetapi kecelakaan?

Andai saja waktu itu ku tundukkan pandangan ku, mungkin aku takkan terjatuh dalam perangkap cinta, semua ini adalah kecelakaan dan bukan kesengajaan. Aku terluka parah karena cinta, sedangkan obat penawar lukaku adalah dirinya yang ku cinta, tapi sampai saat ini aku hanya mampu diam dam bisu untuk mengobati luka ku dengan mengungkapkan perasaan cinta padanya.

Percuma kebal senjata bila hanya karena cinta aku tak berdaya. Aku tak butuh hiburan, aku tak butuh penyemangat, aku tak butuh mental, yang ku butuhkan adalah prisai hati agar aku tak mempan disakiti.

Ku lampiaskan segala kerusuhan hati dengan kepulan asap rokok dan secangkir kopi. Aku menikmati hidup ini seolah hidup di surga. Tapi, semua itu tak bisa menepis rasa cintaku padanya.

Aku sangat sadar bahwa terlalu tinggi dan terlalu jauh bagiku tuk berfikir bisa melewati hari-hariku bersamanya, apalagi memilikinya dan membahagiakannya. Aku merasa, di hadapannya aku hanyalah rumput kering yang tak berguna dan hanya akan mengotori kehidupannya jika ia mendekatiku dan bersamaku.

Mencintainya adalah kesalahan terbesar dalam hidupku, karena aku tak ada apa-apanya dibandingkan dirinya.

Mungkin benar kemarin aku mencintainya sebagai seorang teman, namun tidak menutup kemungkinan saat ini rasa itu berubah menjadi rasa cinta kepada seorang kekasih. Aku dapat melihat hal itu pada diriku, dari kecelakaan pada waktu.

Maafkan aku yang telah menjadi pungguk merindukan bulan baginya, aku hanya ingin dia tahu akan perasaanku ini. Aku tak begitu berharap dia kan menyambut cintaku, karena ku takut aku kan menjadi hijab yang menyatir kenikmatan beribadah dan membuat ke-alphaan dalam indah masa-masa beribadahnya pada-Nya.

MD  2009

Friday, 25 January 2013

Parcel Buat Adik-adiku



Adik-adikku…

 Bagaimana keadaan kalian sekarang? Semoga hembusan angin kebahagiaan selalu membawakan kado special berupa pertolongan yang tiada terduga kehadirannya. Amin.

 Adikku, dengarkan dan perhatikan dengan kebeningan hati nasehat dan saran kakak berikut ini, semoga menjadi washilah Allah mengampuni kakak, keluarga serta saudara-saudara kita. Insya Allah bermanfaat. Amin.

1.           Bismillah, Haa Miim, tata niat lillahi ta’aala wa li ridhoillah, tenangkan hati dan jiwa adik-adik. Bersegeralah memohon akan limpahan kasih sayang-Nya yang berupa

Tuesday, 22 January 2013

Tentang Hujan




Hai ! 
Bagaimana cuaca hari ini? Masihkah langit melukiskan senyum matahari di tempatmu?
Aku ingin bercerita tentang hujan yang menyapa negeriku. Mungkin bisa dibilang negeri tempat aku berkreasi, yaitu kamarku.

Hujan di sini begitu lembut membelai dedaunan yang ada di depan kamar. Angin yang bertiup pun membuat tarian rintik air berirama mengalun. Indah bukan?

Oh iya, setiap hujan datang, kami dalam artian aku dan teman-temanku selalu berkumpul mengitari sebuah gelas besar yang berisi teh panas. Sebuah keluarga yang sangat berbahagia jika semua bisa berkumpul. Terkadang jikalau sempat, sambil melingkar kami ditemani Tempe Kemul yang dalam bahasa aliennya bisa dibilang mendoan.

Begitu banyak cerita jika ku sampaikan pada kalian. Anggap saja aku ingin memberi kesejukkan dan keromantisan pada kalian lewat hujan yang hadir dan singgah di bumi kamarku. ^_^