Sunday, 15 September 2013

LAPORAN INTERNATIONAL PEOPLE’S TRIBUNAL ON GROSS HUMANITARIAN VIOLATION OF 1965-66 TRAGEDY

LAPORAN
DISKUSI TERBATAS
MAHKAMAH  RAKYAT  INTERNASIONAL
 KEJAHATAN KEMANUSIAAN TRAGEDI 1965-66
(INTERNATIONAL PEOPLE’S TRIBUNAL ON GROSS
HUMANITARIAN VIOLATION
OF 1965-66 TRAGEDY)
31 Agustus – 2 September 2013
SOLO, Jawa Tengah INDONESIA
 
Diskusi Terbatas yang membahas hal-ihwal Mahkamah Rakyat Internasional Kejahatan Kemanusiaan/pelanggaran HAM Berat Pembunuhan Massal 1965-66 (International People’s Tribunal on Gross Humanitarian Violation of 1965-66 Tragedy) di Solo, Jawa Tengah 31 Agustus- 2 September 2013 berjalan lancar, damai, bersemangat, penuh keakraban dan solidaritas sesuai dengan yang direncanakan.

SEKITAR PENGGALIAN KUBURAN MASSAL DI WONOSOBO

Ilustrasi Gambar Penemuan Kuburan Massal

Sejak berdirinya Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 65/66 (YPKP 65/66) 
dalam bulan April 1999 di Jakarta, penggalian kuburan massal di hutan 
Situkup (desa Dempes, kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo) 18 kilometer 
dari Wonosobo, Jawa Tengah merupakan salah satu di antara serentetan 
kegiatan-kegiatan penting yang sudah dilakukan oleh YPKP. 

Thursday, 15 August 2013

Nomor Asing Itu Meminta Do'a dan Fatihah




Kemarin malam aku mendapat sms dari nomor asing yang memohon minta Al-Fatihah untuk KH. Maimun Zubair (Sarang-Rembang). dan nomor tersebut memintaku untuk menyebarkan khabar itu.
Aku tak berani menyebarkannya, karena semua kabar perlu pertanggung jawaban.


Ku balas sms tersebut dengan menanyakan, "Niki Sinten?". Beberapa saat kemudian dan sampai sekarang tak ada respon atau balasan. Aku hapus sms tersebut.


Tadi, tepatnya 14 Agustus 2013, jam 19:43:08 aku mendapatkan sms dari nomor yang sama. Pesannya seperti ini:

"Mohon barokah fatichah untuk syaikhona 4 kiyai kharismatik dari pantura timur yang sedang sakit, semoga diberi kesembuhan dan panjang umur.
1. KH. M. Sya'roni Ahmadi (Kudus)
2. KH. A. Basyir (Kudus)
3. KH. MA. Sahal Machfudz (Pati)
4. KH. Maimun Zubair (Sarang-Rembang)

Al-faatihah...
Tolong sebarkan ke santri-santri yang lain"

Pengirim: 082327379xxx



Setelah menerima sms itu, ku balas dengan sms yang sama. Aku menanyakan, "Niki nomore sinten njeh?".
Hasil nihil. Tidak ada respon atau balasan. Akhirnya ku tinggalkan pesan tersebut dengan kesibukkan di dunia maya dan dunia tulisan.



Sekitar setengah jam lalu aku mulai kepikiran. 

"Sebenarnya ini sms dari siapa? Aku tak mungkin membagikan kabar tersebut kalau aku tak mengetahui itu kabar dari siapa? Nanti kalau aku ditanya, siapa yang bertanggung jawab kalau ternyata kabar tersebut tidak benar?"

Aku Galau



Jika benar beliau-beliau Syaikhona KH. M. Sya'roni Ahmadi (kudus), KH. A. Basyir (Kudus), KH. MA. Sahal Machfudz (Pati), KH. Maimun Zubair (Sarang-Rembang) sedang "gerah" (sakit).
Mewakilkan nomor 082327379xxx, Saya Mohon keikhlasan teman-teman semua untuk mengirim fatihah untuk beliau semuanya.
Saya tidak bisa membayangkan jika beliau ber-4 tindak dalam waktu yang berselang cepat. Mohon pandongane njeh. Semoga tidak ada apa-apa.



Setelah saya lacak keberadaannya dengan http://www.ceebydith.com/pulsa/hlr.html. 
Nomor 082327379xxx ini registrasi nomor di Solo. Hasil ini berdasarkan data HLR (Lokasi penerbitan nomor), bukan lokasi/posisi nomor saat ini.

Hmm... Allah Yahdii

Kebaikkan Sesuatu Yang Berlebihan


Salah satu contoh sesuatu hal yang berlebihan itu tidak baik, yaitu makan salak.
Sampai saat ini saya teramat sulit untuk buang air besar setelah buang air besar terakhir kali kemaren.
Dan kebaikannya adalah, ketika kau masuk angin lalu kau mengeluarkan kentut. Teman satu kamarmu tersadar dari mimpi indah untuk melaksanakan "Qiyamul Lail" sesudah dia mengamuk-ngamuk atau bahkan me-misuhi-mu dengan "Jancuk-jancuk" yang merdu. 
Dari sesuatu yang berlebihan yang tidak baik untuk hamba-Nya pun ternyata Tuhan juga menciptakan kebaikkan dan hikmah dibaliknya. Ya, walau itu berupa angin (baca: kentut).

Sunday, 11 August 2013

Sajak Kekasihku #6



Kekasihku,
Semoga Gempa berkekuatan 4,7 skala richter 15km barat daya Brebes, kedalaman 10km, 13 Juli 2013 Pkl. 08.10WIB yang terjadi di Brebes, Jawa Tengah.
Tidak menghadirkan korban jiwa, kekasihku
Di kampung halaman kita, Bengkulu
Sudah banyak yang menjadi korban gempa
Cukup, kekasihku
Berpasrah pada Tuhan selalu kita teruskan


Kekasihku,
Jika Tuhan mengambil cahaya kedua mataku
Maka di lisan dan pendengaranku masih ada cahaya
Hatiku cerdas dan akalku tidak rusak
Dalam mulutku tajam bagaikan pedang yang turun-temurun*
_Ibnu 'Abbas


Kekasihku,
Memberi uang pada pengemis kecil itu sangat salah
Kita melegalkan minta-minta tanpa usaha
Mendidik dia jadi orang malas
Uang itu enak, candu* kekasihku
*Dzakeeya Azri


Kekasih,
Hiduplah dengan pengharapan dan penerimaan yang baik
Baikkanlah prasangka kepada yang disembah
Nyamankan waktumu dengan kegembiraan, kekasihku
Dan jangan menyesal dengan apa yang telah luput


Kekasihku,
Andaikata kita mau jujur
Sesungguhnya kita paling hobi mengarang
mendramatisasi, dan mempersulit diri
Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri, kekasihku


Kekasihku,
Saat berbuka nanti
Lima menit sebelum adzan Tuhan menjemput kita membagikan kurma.


Kekasihku,
Sungguh, kehidupan adalah pertempuran yang berkesinambungan
Dan pemenangnya adalah mereka yang telah berhasil menaklukkan dirinya sendiri, kekasihku


Kekasihku,
Jangankan otak dan pikiran
Mata saja terlalu sulit untuk dijaga penglihatannya
Janganka hati dan perasaan
Mulut saja terlalu sulit untuk dijaga ucapannya


Kekasihku,
Aku bukanlah Dele Carnigie atau Norman Vincen Peale
Aku juga bukan Paulo Coelho atau Ahmad Tohari
Siapa yang mau membaca bukuku, kekasihku?


Kekasihku,
Telah Tuhan sempurnakan,
Bagimu agamamu
Telah Tuhan sempurnakan,
Bagiku agamaku
Selamat berbuka puasa, kekasihku