Thursday, 31 January 2013

Surat Cinta Jemari



Maafkan aku penaku,
Aku sudah tak pernah menjamah tubuhmu
Merasakan bercinta dengan lembaran kertas kosong lalu melahirkan jutaan kata bermakna.
Persetubuhan kita menghilang seiring zaman tanpa tinta berkembang
Aku benar-benar kehilangan nafsu untuk menyetubuhimu..
Jemari ini begitu lentik nan ayu saat aku menjamah tubuh selainmu
Tekanan serta dorongan menulis kata di tubuh selainmu begitu menggiurkanku
Aku tenggelam dalam nafsu mendua

MD 31012013

Lomba Menulis Cerita Non-Fiksi di Blog Tentang Batik (DL: 28 Februari 2013)


Kontes blog: Aku Berbatik 1-31 Januari 2013
diperpanjang sampai 28 Februari 2013

Hadiah Utama: Rp 2.5jt + Trip batik

Pemenang ke-2: Rp 1.5jt + voucher Berbatik Rp500rb

Pemenang ke-3: Rp 500rb + voucher Berbatik Rp500rb


www.berbatik.com, e-commerce batik pertama di Indonesia mengajak blogger menunjukkan kecintaan pada batik.
Caranya?
Buatlah tulisan non-fiksi di blog mengenai batik. Tulisan boleh berkisar mengenai pengalaman menggunakan batik, membuat batik, kecintaan pada batik, opini mengenai batik, kekhawatiran dengan nasib batik, impian pada batik, observasi pada batik, dan banyak hal lainnya asalkan masih berkenaan dengan batik.

Santri Indonesia Membatik



            Oke tanpa banyak basa-basi mungkin langsung saja saya bercerita tentang pengalaman terhebat saya tentang batik.

Berawal dari iseng-iseng online buka facebook orang lain, di salah satu facebook saya menemukan fanpage kartun ngampus. Dan yang membuat saya tertawa adalah saya menemukan komik berformat JPG. Karakter kartun dalam komik itu yang menggunakan batik, lalu photo bersama antara mahasiswa dan dosen. Entah belanja batik dari toko batik online mana tuh karakter, atau belanja batik dari butik batik mana? Yang jelas dari situ terbentuklah cerita pengalaman yang gila ini.



Setelah lewat tiga hari dari melihat komik yang nggak sengaja itu, saya baru sadar setelah melihat setatus teman-teman facebook pada mengucapkan selamat hari batik nasional. Mungkin saking katroknya, saya yang online setiap hari bahkan tidak tahu kapan hari batik itu tiba. Hehehehe maklumlah, saya adalah mahasiswa yang suka berbatik pada siang hari di atas bantal jikalau malam tak bisa tertidur. Dan yang apesnya, pasti setiap malam saya tidak tidur. Alhasil saya seolah-olah menjadi seorang pembatik dengan batik tulis yang menggunakan canting di atas bantal. Hehehe.

Sebulan lebih lewat dari kejadian malam itu. Tepatnya tanggal tanggal 5 November 2011, saya diajak ke Jogja dengan teman se-kelas. Alasannya cuma satu, yaitu penasaran dengan cara pembuatan batik tulis. Dari Wonosobo kita berangkat menggunakan bis berharap 28 personel kelas ini bisa mendapatkan kejutan tentang batik apapun itu.

Sesampainya di Jogja kita bermain di museum batik Jogja. Mungkin karena terlalu lama di jalan (memang sambil jalan-jalan dulu sih sebelumnya hehehe). Kita sampai di Jogja tepatnya di museum batik jam 8 malam. Banyak cerita yang tak terlupakan saat kami mengenal nama-nama batik dan jenis-jenisnya.

Ke-esokkan harinya tepatnya tanggal 6 November 2011, kami bermain ke Taman sari Jogja. Dan yang membuat saya terkejut lagi yaitu saya menemukan Pengrajin Batik Kampung Tamansari Yogyakarta, yaitu batik Lek Iwon. Saat saya wawancara dengan beliau mengapa beliau kok mau menjadi pengrajin batik? Jawab beliau adalah, “Sebagai generasi pemuda yang ikut terpanggil untuk MELESTARIKAN Seni & budaya batik sebagai karya seni milik Indonesia, lewat karya Batik Lukis, Batik Fashion, dan batik lainnya saya rela menjadi pengrajin batik sebagai wujud cinta tanah air dan melestarika budaya.” Keren banget kan. Oh iya, untuk lokasi alamat mereka itu ada di Taman Kt1/433 Rt36/Rw 09, kel.Patehan, Kec.Kraton Yogyakarta. Silahkan kalau mau berkunjung di Home Industri atau tokobatik mereka. Hehehe.

Minggu, 1 April 2012

Hari ini saya ke Jogja lagi melakukan Perjalanan Sutra menuju SBO Children Center, yang mana perjalanan kali ini saya merasa di kelilingi batik-batik yang bersemi indah (hehehe agak lebay dikit bolehkan?). Jadi tujuan saya itu adalah ingin bekerja sama mengajukan proposal untuk mengadakan pelatihan batik semacam Workshop di sekolah-sekolah Wonosobo gitu. Dan alhamdulillah kerjasama diterima.

Malam harinya saya pulang ke Wonosobo membawa kabar gembira tentang batik dari Jogja. Langsung saja pada siang harinya kami membentuk panita untuk pelatihan workshop batik ini. Acara kami kami beri judul “SANTRI INDONESIA MEMBATIK” (COOL BANGET KAAN?). Berikut ini adalah famplet yang kami buat untuk acara Workshop Santri Indonesia Membatik:

Famplet "Santri Indonesia Membatik"
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=396753627012120&set=t.100001394532467&type=3&permPage=1

Oh iya, acara kami diselenggarakan full di bulan Mei 2012. Tema kami dalam acara membatik ini adalah “Membumikan Nilai-nilai Kearifan Lokal Dalam Budaya Batik”. Acara kami buat 100% gratis tanpa galau, karena kami melihat situasi yaitu acara kami diadakan pada waktu liburan sekolah khususnya SMA kelas XII, dan terpilihlah SMA Takhassus Al-Qur’an Dero Duwur menjadi tuan rumah batik.

Sasaran kami dalam acara ini adalah mereka kelas XII yang baru saja selesai UAN dan UAS. Mengapa kami memilih kelas XII? 1. Di waktu liburan seperti ini mereka sedang dalam posisi galau dan bingung memilih Perguruan Tinggi mana untuk mereka melanjutkan belajar. Maka dari itu acara ini sebagai obat kegelisahan mereka. 2. Melihat keadaan di kota ini, kami khawatir dengan mereka yang tak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah akan menjadi pengangguran. Maka dari itu kami mengadakan acara ini sebagai bekal mereka untuk berwira usaha, salah satunya dengan membatik. Toh sapa tau mereka bisa membuka butik batik atau toko batik dan membuat pelayanan marketing batikonline yang siap bekerja siang malam. Dan yang ke 3. Kami, saya dan teman-teman Matapena rayon Wonosobo memang mempunyai agenda program kerja seperti itu, yaitu menciptakan generasi yang cinta budaya sendiri dan melestarikannya.

Memang butuh perjuangan untuk acara batik ini. Siang malam kami bekerja memfasilitasi acara dan fasilitator. Belum lagi perjuangan menyebar proposal sponsor untuk mendukung jalannya acara batik ini. Yang lebih keren, dari 23 proposal kami semuanya nihil alias di TOLAK. Mungkin acara kami masih terlalu asing dan dirasa nggak mungkin banget bagi mereka yang menolak proposal kami. Mau bagaimanapun acara batik ini harus tetap berlanjut. Akhirnya dari panitia yang berjumlah 15 orang ini bantingan (baca: Urunan) untuk acara ini. (jumlah urunannya rahasia saja ya. Ini perjuangan yang sangat keren sich untuk diceritakan, he)

Minggu, 10 Juni 2012

Alhamdulillah berkat kerjasama dan kerja keras bersama, kami mendapat kabar dari beberapa peserta Santri Indonesia Membatik. Yaitu, mereka yang tak bisa melanjutkan kuliah setelah lulus SMA diterima kerja di beberapa rumah kreatif batik. Pengalaman memegang canting saat membatik, belanja kebutuhan-kebutuhan acara, sampai suatu malam kami(panitia) juga iseng belajar membatik. Hehehe.

“TETAP JAYA BATIK INDONESIAKU”

NB:
Buat teman-teman pecinta batik di manapun kalian berada, baik yang lagi online atau tidak. Mari kita bersama-sama “Membumikan Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Budaya Batik

“SALAM SANTRI INDONESIA MEMBATIK” YOOOHHOOOO.

Wednesday, 30 January 2013

Kaos Keren Mezong-mezong Wonosobo

Berikut ini adalah Produk Hitam dari Kaos Mezong-mezong. Mohon do'a restunya ya teman-teman, semoga saya ada rezeki untuk membuat usaha yang bisa bermanfaat bagi pemasukkan kantong mahasiswa perantuan yang sangat jauh dari embel-embel kekayaan.

Setiap Orang Bisa Menulis
Terinspirasi dari semboyan Matapena untuk penyamangat Santri Indonesia Menulis


"Yes I Do It"
Adalah gambaran orang-orang yang menanam pasti menuai. ^_^


"Daun  yang jatuh tak pernah membenci angin"
Terinspirasi dari Puisi Gus Mus, bahwa kita harus saling memafkan

Anggap saja ini gambaran cerminan kita untuk instropeksi diri. ^_^

"It's Time To Wake Up"
Terinspirasi dari "Kalau tidak sekarang kapan lagi?"

Ghandi, tentu kalian sudah tahu semua. ^_^

Think Not Ilegal

"We are All One"
Kita semua satu. Yooomaaan


Sajak Indah Pitutur Jawa 2


      Di zaman yang serba semau Gue  ini. Banyak orang yang tak memperdulikan dan mengabaikan nasehat-nasehat yang di sampaikan orang tuanya, gurunya, dan bahkan orang-orang di sekitarnya. Sungguh fenomena yang sangat melenceng jauh dari jati diri orang Indonesia yang orangnya ramah-ramah dan cenderung hidup bergotong royong.(nggak nyambung banget kan sama nasehat )

      Langsung saja, berikut ini adalah Pitutur atau nasehat atau petuah berbahasa Jawa yang mungkin bisa kita ambil pelajaran darinya.




"Yen ngomong apa anane wae. Nanging anane apa aja diomongke."
(Bicaralah apa adanya, jangan mengada-ada. Tetapi jangan pula semua yang ada dibicarakan)

Keterangan: